Menu
0 Comments

Bagaimana Penggunaan Rem dengan Benar Pada Mobil Toyota

prinsip-kerja-sistem-pengereman

Sudah banyak contoh kejadian kecelakaan yang menyalahkan fungsi pengereman , dikatakan rem blong, padahal sebenarnya rem bekerja dalam kondisi sangat baik, namun cara kita ngerem yang salah, membuat kendaraan tidak dapat berhenti bahkan tidak dapat dikendalikan.Semua sepakat, bahwa fungsi rem pada kendaraan (mobil, motor, sepeda, becak, bajaj, dan sebagainya) adalah untuk memperlambat dan memberhentikan kendaraan.

Perangkat pengereman menjadi demikian penting dalam semua kendaraan. Namun ternyata pengereman bisa tidak berfungsi sebagaimana mestinya apabila kita tidak benar pengoperasiannya sehingga terjadi kecelakaan. Bahkan pembalap kelas dunia pun mengakui bahwa ngerem adalah hal yang sulit dalam mengemudi, dan perlu latihan khusus. Membuat agar berhenti atau memperlambat kendaraannya yang sedang berjalan sangat kencang dengan aman dan tidak membahayakan dirinya dan orang lain.

Grip Roda Sangat Penting untuk Rem

Pijakan dan daya cengkram roda/ban terhadap jalan/aspal sangat penting. Dengan adanya grip atau dengan kata lain ban menapak sempurna dengan jalan/aspal maka kendaraan dapat dikendalikan dengan baik.  Sebaliknya, apabila jalan licin atau ban kondisi tidak bagus sehingga mengurangi daya cengkram terhadap jalan/aspal, membuat kendaraan sulit dikendalikan atau tergelincir atau sering disebut ‘selip’.

Pada saat kendaraan sedang meluncur, kemudian ban mengunci hingga diam/berhenti berputar akibat dari kita menginjak penuh pedal rem, hal ini membuat hilangnya grip/daya cengkram ban terhadap jalan/aspal. Sekalipun kita membelokkan steer dengan maksud menghindar dari tabrakan akan tidak berarti apa-apa, sebab kendaraan tetap akan melaju lurus kedepan akibat hilangnya grip tadi. Untuk itu kita perlu tetap menjaga agar ban semaksimal mungkin mendapatkan grip terhadap jalan/aspal.

Caranya: Pada saat kita injak pedal rem dan ban terdengar berdecit mengunci, segera kendurkan injakan pedal rem untuk mendapatkan kembali grip, kemudian ulangi injak pedal rem hingga kendaraan berhenti tanpa terjadi selip, sehingga pengereman bisa sempurna.

Teknologi Rem ABS (Anti-lock Braking System)

Teknologi pengereman pada kendaraan pun terus dikembangkan hingga mempermudah pengemudi mengoperasikannya dan dapat tetap konsentrasi penuh untuk menghindar dari kecelakaan yang tidak diinginkan terjadi (saat kondisi panik/rem mendadak). Setiap roda dipasang sensor dan pulser untuk dikontrol oleh komputer ABS (Control module).

Dan perangkat Pengereman pada setiap roda juga dikontrol oleh komputer ABS. Saat terjadi pengereman, ketika ban terdeteksi tidak berputar atau selip, maka komputer akan membuat perangkat pengereman pada ban tersebut membuka agar ban kembali berputar untuk mendapatkan grip, dan proses pengereman dilanjutkan.Proses ini cukup cepat, sehingga terasa seperti pulsa/getaran yang dapat dirasakan pada pedal pengereman saat kita menginjak pedal tersebut. Keras atau halusnya pulsa/getaran pada pedal berbeda tiap mobil, berkaitan dengan teknologi dan kualitas ABS yang digunakan. Biasanya mobil mahal akan semakin tidak terasa getaran/pulsanya.

Tag: , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hubungi Kami